ini minggu-minggu terakhir gw kerja di HMA architect. dan menjelang masa-masa terakhir emang bored banget. Nothing to do, semua proyek2 lama dah selesai, rampung, en yang jelas ga mungkin gw di seret terlibat dalam proyek baru. So, hari-hari ini gw cuman bisa bengong di kantor, chat ma sana sini, email sana sini, en then nothing else.
‘neeed myyy help?’
‘no, thanks, i have nothing to do too just serch images’ reply suzuki san….
(lol???)
Minggu2 ini yang jelas banyak meeeting.. ‘meet the parents’, meet old friend for dinner, old colleages, meet relatives, …
L A B E L
Baru empat tahun melalang buana. Susah emang melalang buana dengan ‘label’ made in indonesia. I am from indonesia. what do people in this world think bout this country?
‘O…, i think you’re singaporean.’ said my boss, ingat gw waktu itu gw interview di perush ini.
‘No, I am INDONESIAN, i work for singapore company’
‘Do you work in singapore before?’
‘No.’
‘So, you study in singapore?’
‘No, Indonesia’. Adakah yang salah dengan indonesia?
situasi dan pertanyaan yang sama saat wawancara dengan perush HK, atau Taiwan, atau lokal Cina.
‘How can they sent you here? where did you study?’
‘Indonesia’
‘So, you graduate with the best honour?’
‘No, I didn’t…’
‘….???’
Apakah indonesia dalam benak orang-orang ini??? Di lain pihak, saat introducing company profile ke klien atau media, duh ampun gw sering disebut2 sbg ; klo ga orang malaysia, ya filipin, atau singapore. Duh, ampun apa sih susahnya pronounce ‘indonesia’, atau karena nama ini bikin aib bagi company’s reputation? iya, sih , indonesia ga terkenal untuk bidang desain, untuk profesionalisme, kita biasanya impor bahan mentah bukan skilled people, dan lebih terkenal dengan tsunami, teror, atau kemiskinan!!!
So, don’t mention indonesia to sell your service, unlike japan, or germany, or aussie or anything else…
‘we are a multiculture company. Most of our designers are from Japan and China. And we have some from Sweden, swisstzerland, australia, and from south east asia. (maksudnya gw yang dari indonesia. daripada nyebut langsung indonesia, lebih pantas diganti dengan asia tenggara…)’
Well, no comment. It’s nobody’s fault.
’so u’d better change you nationality, so no more people look down on u’ kata temanku dangan penuh empati..
’sorry? it’s not my problem, it’s THIER problem, to judge me coz of my label’