burung gagak dan pohon mangga

Burung gagak dan pohon mangga

Akhirnya kutemukan sebuah kamar idaman. Di puncak, lantai empat. Di sudut, menghadap ke pandangan luas. Dua jendela lebar mengundang udara segar.

Di depan salah satu jendela tumbuh sebuah pohon mangga. Puncak ranting2nya persis berakhir di depan jendelaku. Daun2nya yang rimbun menjadi tirai, menghalau panas sinar matahari. Disitulah sang gagak sering bertengger. Riuh berteriak, sangat berisik!

Tengah malam saat tidur, kubiarkan jendela2 itu terbuka lebar. Angin sejuk mengalir. Sinar bulan dan bintang ikut menyusup. Saat itu pula sang gagak bertengger di puncak pohon mangga. Ikut lelap tertidur.

Empat puluh hari aku mendiami kamar ini. Sangat nyaman. Sangat sejuk dan tentram. Dari sini pandanganku melalang ke langit. Udara yang kuhirup; segar, jernih, nyaris tanpa debu. Pendengaranku tak terusik oleh deru kendaraan bermotor ataupun jeritan penduduk kota. Namun kusadari ada sesuatu yang aneh disini. Sesuatu yang hilang pada hidupku.

Setelah 40 hari berlalu, telah 4 kali aku mengunjungi dokter. Dokter umum, spesialis saraf, ahli penyakit dalam, dan terakhir psikolog.

Ada yang salah pada diriku. Dalam 40 hari terkahir, berat badanku berkurang 4kg. Padalah semenjak tinggal di sini, kebiasaan makanku jadi 4 kali sehari. Setiap makan, minimal aku menyantap 4 hidangan lauk dan sayur.

Aneh!

Empat orang dokter pun tak berhasil menemukan penyakit dalam diriku. Sementara dalam seminggu terkakhir ini, berat badanku turun drastis lagi, 4 kg. Lemak dan daging itu lenyap entah kemana.

Seorang temen yang kaget melihat tubuhku yang makin kurus kering mulai menyebut2 soal hal mistik dan mengajakku melihat paranormal.   Aku jelas menolak. Menolak dengan sangat keras.

Daripada mengunjungi peramal, mendingan aku berdoa. Meski tidak saleh, aku memaksakan diri untuk suntuk berdoa.

Mulai dari malam itu hingga saat ini, genap 40 hari aku berdoa. Setiap malam sebelum tidur.

Saat ini berat badanku tinggal 40kg dari 64kg.

Putus asa! Tak tau apa yang terjadi pada diriku!

Tengah malam, sebelum tidur, aku memandang keluar jendela. Di puncak ranting2 pohon mangga itu kini makin banyak bertengger burung gagak. Dan jawaban itu tiba2 menyusup ke dalam pengetahuanku.

Mereka telah mencuri mimpi2 ku! Yah, sejak mendiami kamar ini, aku tidak pernah lagi mengalami mimpi saat tidur! Tidurku menjadi hambar dan gelap gulita. Hidupku menjadi datar tanpa pengharapan dan tujuan. Mereka merampas mimpi2 itu…

One Response to “burung gagak dan pohon mangga”

  1. Herlina Says:

    wooii, iseng iseng liat blog mu wan, asik aja liat tulisan, tapi yang ini malah tanya resep mimpi indah hahahaha …mestinya kalo bisa aku tanya cara kog bisa turun cepet gitu hehehe. Tapi speaking bot tidur emang pengaruh besar buat berat badan hehehe, dan ga bisa tidur lari larinya juga karena pikiran, waktu sadar kaya ga kepikiran tapi bawah sadar ada banyak yang dipikirin…..moga cepet bisa nyenyak lagi…..”apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan Mu menyenangkan jiwaku”…Mzm 94:19 = )

Leave a Reply